Rabu, 18 Juni 2014

Pendapat tentang Peran Pemerintah Apabila APBN Mengalami Defisit

       Kebijakan pemerintah melaksanakan defisit pembiayaan anggaran dalam APBN banyak menimbulkan kontroversi. Banyak ekonom yang berpendapat bahwa defisit anggaran pemerintah dapat berpengaruh buruk bagi perekonomian. Namun banyak juga ekonom yang berpendapat bahwa defisit anggaran pemerintah diperlukan sebagai stimulus bagi perekonomian, sehingga perekonomian dapat berjalan dengan baik. Lalu bagaimana peran pemerintah dalam menangani hal ini? Sebelum saya menjelaskan lebih lanjut, saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu APBN. 

         Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau yang disingkat dengan APBN adalah anggaran pendapatan dan belanja atau rencana keuangan tahunan Republik Indonesia yang disetujui oleh anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). APBN merupakan rencana kerja pemerintahan Negara dalam rangka meningkatkan hasil-hasil pembangunan secara berkesinambungan serta melaksanakan desentralisasi fiskal.

         Sebagai instrumen kebijakan ekonomi, anggaran berfungsi untuk mewujudkan pertumbuhan dan stabilitas perekonomian serta pemerataan pendapatan dalam rangka mencapai tujuan bernegara. Begitu pula dengan tujuan dari APBN yaitu sebagai pedoman penerimaan dan pengeluaran negara dalam melaksanakan kegiatan kenegaraan untuk meningkatkan produksi dan kesempatan kerja, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bagi masyarakat. Untuk itu, APBN sangat penting diperhatikan dalam menjaga stabilitas ekonomi negara Indonesia. Untuk memenuhi tujuan tersebut, maka diperlulah sumber-sumber yang memenuhi anggaran dalam APBN.  

APBN bersumber  pada pendapatan negara yang  berasal dari penerimaan dalam negeri seperti pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPn), bea cukai  dan penerimaan bukan pajak contohnya Penerimaan SDA (Migas dan Non Migas), bagian laba BUMN, dan lainnya. Selain itu, sumber penerimaan APBN juga berasal dari hibah, yaitu semua penerimaan Negara yang berasal dari sumbangan swasta dalam negeri, dan sumbangan lembaga swasta dan pemerintah luar negeri termasuk lembaga Internasional. Hibah meliputi pemberian untuk proyek khusus dan untuk mendukung anggaran secara umum.

Indonesia  pernah mengalami deficit anggaran yang secara terus-menerus, mulai dari terbentuknya Republik sampai telah dilancarkan pemerintah baru pada tahun 1966. Pada tahun 1964 dan 1965, besarnya deficit anggaran telah meningkat jauh melebihi besarnya pendapatan pemerintah.  Berikut adalah tabel Pendapatan dan pengeluaran pemerintah Indonesia (dalam jutaan rupiah) pada tahun 1964 dan 1965 :

Jika diperhatikan deficit anggaran pada tahun-tahun tersebut lebih besar daripada pendapatan anggarannya. Tidak hanya pada tahun 1965 saja, sampai sekarang pun Indonesia masih memiliki deficit anggaran yang cukup besar karena pemerintah wajib membayar utang ke luar negeri  hingga triliunan rupiah. Pemerintah belum mampu untuk membayar kewajiban tersebut karena adanya masalah korupsi  yang membatasi pemerintah untuk segera melunasi utang tersebut. Selain penjelasan tadi, apa lagi yang menyebabkan  APBN mengalami defisit?

Defisit merupakan suatu kondisi di mana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) mengalami ketimpangan antara jumlah anggaran belanja pembangunan dan pendapatan (penerimaan negara). Hal demikian terjadi disebabkan tabungan pemerintah tidak mampu memenuhi jumlah anggaran belanja pembangunan dan pengeluaran lainnya.

Semua pengeluaran itu berasal dari pengeluaran karena inflasi dan pengeluaran akibat krisis global yang berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran dan tidak meratanya pendapatan masyarakat sehingga pemerintah terpaksa mengeluarkan dana ekstra untuk program-program kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat terutama di wilayah pedesaan yang miskin.

Tidak hanya itu, ketika APBN mengalami deficit tentu akan berdampak pada ekonomi makro. Salah satunya pada pengangguran dan tingkat bunga. Defisit anggaran ditandai dengan kurangnya pembiayaan pengeluaran negara karena kurangnya penerimaannya yang berasal dari pajak. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan anggaran pembangunan maupun rutin.

Negara memerlukan penambahan modal, yang berarti permintaan terhadap uang meningkat. Bunga, yang merupakan harga modal itu, akan mengalami tingkat keseimbangan yang lebih tinggi, atau tingkat bunga akan meningkat. Hal ini akan berdampak pada menurunnya gairah untuk investasi, yang berarti banyak proyek-proyek maupun perluasan proyek yang sudah ada tidak dapat dibangun, sehingga berakibat pada pemecatan tenaga kerja atau kurangnya tenaga kerja baru yang masuk dalam lapangan kerja.

Akhirnya dalam rangka menutup deficit anggaran tersebut, maka disinilah peran pemerintah akan dibutuhkan. Pemerintah akan melakukan beberapa kebijakan :
1.    Kebijakan fiscal : Indonesia akan menghapus keuangan yang deficit dan membatasi diri pada sebuah anggaran berimbang dengan menghentikan proyek-proyek yang tidak produktif. Pemerintah akan memusatkan perhatian untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang menghasilkan pendapatan dan reorganisasi dalam sistem perpajakan yang kuno dan tidak efisien.
2.    Kebijakan moneter : Pemerintah akan memperlambat ekspansi pasokan uang, tanpa memeras ekonomi secara berlebihan. Intinya Indonesia akan memiliki kebijakan uang yang ketat.
3.    Kebijakan dalam pembiayaan dalam negeri :melakukan pengelolaan portofolio surat utang negara (SUN) melalui langkah-langkah pembayaran bunga dan pokok obligasi negara secara tepat waktu, penerbitan SUN dalam mata uang rupiah dan mata uang asing, penukaran utang (debt switching) serta pembelian kembali(buyback) obligasi negara;
·         melanjutkan kebijakan privatisasi yang pelaksanaannya dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku di pasarmodal;memanfaatkan dana eks moratorium untuk membiayai program rekonstruksi dan rehabilitasi NAD-Nias;  menggunakan sebagian dana simpanan pemerintah; dan memberikan dukungan dana bagi percepatan pembangunan infrastruktur dalam rangka kemitraanPemerintah-Swasta.
4.    Kebijakan dalam pembiayaan luar negeri :
·         Mengamankan pinjaman luar negeri yang telah disepakati dan rencana penyerapan pinjaman luar negeri, baik pinjaman program maupun pinjaman proyek, dan
·         Pembayaran cicilan pokok utang luar negeri yang sudah jatuh tempo.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan kebijakan dari sisi pengeluaran seperti mengurangi subsidi, penghematan pada setiap pengeluaran baik pengeluaran rutin maupun pembangunan, dan menseleksi sebagian pengeluaran-pengeluaran pembangunan.










DAFTAR PUSTAKA

Soesastro, Hadi, et al. Pemikiran dan Permasalahan di Indonesia dalam Setengah Abad Terakhir. Yogyakarta: Kanisius. 2005


Jumat, 30 Mei 2014

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2011 dan 2012

Pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses dimana terjadi kenaikan pada produk nasional bruto (PNB)  dan pendapatan nasional riil atau Produk domestic bruto (PDB). Jadi perekonomian dapat dikatakan tumbuh apabila terjadi kenaikan pada produk output rill. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.  Pertumbuhan ekonomi lebih bersifat kualitatif dimana adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan. Lalu apa perbedaan dari PDB dan PNB?

Produk domestic bruto (PDB) adalah produk yang dihasilkan baik oleh warga negara asing atau warga negaranya tersebut yang bekerja didalam negeri. Sedangkan Produk nasional bruto (PNB) adalah produk yang dihasilkan oleh warga negaranya sendiri yang bekerja baik didalam negeri maupun diluar negeri. Secara konsep, PDB menggunakan konsep kewilayahan dan PNB menggunakan konsep kewarganegaraan . Dengan adanya perhitungan pada kedua hal tersebut, maka bisa diprediksi apakah perkonomian kita mengalami kenaikan atau penurunan. Lalu bagaimana dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2011 dan 2012?

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 tercatat sebesar 6,5% dengan pembentukan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 1.931,3 triliun. Secara kumulatif, PDB Indonesia pada 2011 berdasarkan harga berlaku mencapai Rp 7.427,1 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp 2.463,2 triliun.

Hal tersebut cukup menggembirakan pasalnya pada tahun 2011 Indonesia sedang terjadi krisis global dimana krisis ekonomi terjadi secara besar-besaran yang melanda negara-negara di dunia. Namun, Indonesia masih tetap tumbuh 6.5 %. Apabila dibandingkan dengan krisis 2009, Indonesia hanya tumbuh 4.6%.

Sedangkan untuk penyumbang terbesar PDB 2011 berasal dari sector industri pengolahan sebesar 24,3%, pertanian 14,7%, perdagangan, hotel dan restoran sebesar 13,8%. Sementara itu, dari sisi penggunaan, laju PDB 2011 bisa dilihat dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga 4,7%, konsumsi pemerintah 3,2%, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 8,8%, ekspor 13,6%, dan impor 13,3%. Namun apabila dilihat dari sisi distribusinya, PDB 2011 masih didominasi Pulau Jawa sebesar 57,6%. Lalu diikuti oleh Pulau Sumatera 23,5%, Kalimantan 9,6%, Sulawesi 4,6%, dan wilayah lain 4,7%.

Ketika melihat hal ini pada tahun 2011, Tim ekonomi dari Bank Dunia serta beberapa pakar ekonomi lainnya memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat dan tumbuh sebesar 6.7 % apabila perkembangan dalam setiap sector khususnya dalam penyumbang PDB tetap stabil atau meningkat. Lalu apakah prediksi ini benar adanya? Sangat disayangkan, Pertumbuhan ekonomi 2012 mengalami penurunan yaitu hanya sebesar 6,23 % atas dasar harga berlaku mencapai Rp8.241,9 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.618,1 triliun.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2012 menurut sisi penggunaan terjadi pada Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 9,81 persen, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 5,28 persen, Komponen Ekspor Barang dan Jasa 2,01 persen, dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang tumbuh 1,25 persen. Sementara, Komponen Impor sebagai faktor pengurang mengalami pertumbuhan sebesar 6,65 persen.

Pada tahun 2012, PDB (harga berlaku) digunakan untuk memenuhi Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 54,56 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 8,89 persen, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto atau Komponen Investasi Fisik 33,16 persen, Komponen Ekspor 24,26 persen dan Komponen Impor 25,81 persen.  
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan akibat krisis utang Eropa dan AS. Krisis inilah sebagai alasan eksternal yang bisa menganggu kinerja ekonomi nasional , mengingat kawasan Eropa adalah salah satu tujuan ekspor utama Indonesia.Selain itu, unsur kelangkaan bahan baku khususnya krisis hargga pangan dan kelangkaan energi juga bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Dari banyaknya faktor komponen seperti konsumsi rumah tangga ( C ), Investasi (I), Pengeluaran pemerintah (G), Ekspor (X) , dan Impor (M) ; manakah yang paling berpengaruh terhadap petumbuhan ekonomi?
Berdasarkan data diatas, bisa dilihat bahwa yang lebih berpengaruh dalam memenuhi komponen pengeluaran dalam PDB ada pada ekspor. Pada tahun 2011, ekspor sebesar 13.6 % sedangkan ekspor tahun 2012 sebesar 24.26 %. Bisa dikatakan ekspor mengalami penurunan sama halnya pertumbuhan ekonomi dari 2011 sampai 2012 mengalami penurunan sebesar 0.27 %. Tentu hal ini sangat mengecewakan para pakar ekonomi serta menteri perekonomian Indonesia dalam meningkatkan perekonomian negara.
Untuk itu dalam mengatasi hal ini, selain peran pemerintah diperlukan juga peran masyarakat untuk saling bahu-membahu dalam mengatasi krisis yang melanda misalnya dengan mengembangkan dunia usaha supaya pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat meningkat kembali.

Sumber :




Minggu, 18 Mei 2014

Perkembangan Ekonomi Syariah

Ekonomi syariah merupakan suatu cabang ilmu ekonomi dimana sistem ekonomi yang diterapkan berdasarkan syariat islam yang berpegang teguh pada Al-quran dan sunnah yang bertujuan untuk menyejahterakan dan meningkatkan kemakmuran bagi  masyarakat. Tujuan ini mungkin hampir sama dengan Bank konvensional. Namun, Bank konvesional lebih mengutamakan untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Hal ini dapat terlihat bahwa kemakmuran hanya dimiliki oleh para pemodal besar dan orang-orang  kaya saja.
Ekonomi syariah salah satunya berkonsep pada sistem bagi hasil yaitu Al-mudarabah dan al-musyarakah. Dimana perbedaannya terletak pada awal pemberian modal. Jika menggunakan konsep Al-Musyarakah maka bank syariah dan nasabah masing-masing mengeluarkan sebagian modal untuk melakukan suatu project usaha dimana keuntungannya nanti akan dibagi hasil sesuai dengan nisbah di awal. Sedangkan Al-mudarabah modal sepenuhnya dikeluarkan oleh Bank syariah.  Ekonomi syariah menekankan pada 4 sifat yaitu kesatuan (unity), keseimbangan ( equilibrium ), kebebasan (free will)  dan tanggung jawab (responsibility). Intinya Ekonomi syariah tidak menerapkan riba (bunga) karena dalam Surat Al – Baqarah ayat 275 artinya “…. Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…”. Maka, kita sebagai warga muslim wajib menjauhi riba (bunga).
            Mungkin banyak orang berpikir bahwa ekonomi islam hanya identik dengan negara yang memiliki sistem pemerintahan islam atau mayoritas penduduknya muslim. Namun, disini ditekankan bahwa ekonomi islam bersifat universal. Jadi, tidak hanya warga muslim saja yang bisa menabung di perbankan syariah namun warga non-muslim pun juga bisa melakukannya. Buktinya saja Inggris sebagai penduduk yang minim warga muslim,  sudah memiliki 22 bank yang menawarkan produk syariah. Bahkan beberapa bank disana sudah mengeluarkan 37 sukuk senilai 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp 451 triliun, yang semuanya terdaftar di London Stock Exchange. Selain di Inggris, ekonomi syariah juga berkembang pesat di Malaysia. Saat ini Malaysia sudah memeliki pasar hingga 20 persen.
Perkembangan perbankan syariah di Indonesia sudah berjalan hingga dua decade lebih, terhitung dari awal berdirinya Bank Muamalat  pada tahun 1991 dimana sebagai perbankan syariah terbesar di Indonesia. Memang kemajuannya agak lambat namun pada akhir tahun 2011 hingga sekarang ini,  ekonomi syariah sangat berkembang pesat dan sungguh luar biasa, yaitu mencapai 40 persen setiap tahunnya, jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi konvensional yang hanya mencapai 19 persen setiap tahunnya.
Mengutip data Bank Indonesia, Indonesia  sudah memiliki 11 Bank Umum Syariah (BUS), 24 Bank Syariah dalam bentuk Unit Usaha Syariah (UUS),  dan 156 BPRS dengan jaringan kantor sebanyak 2.574 lokasi. Hal ini bisa terlihat dengan banyaknya Bank  konvesional yang membuka cabang berbasis syariah.  Tidak hanya itu, saat ini sudah berdiri Hotel syariah dimana tingkat huniannya rata-rata dapat mencapai 70 hingga 80 persen. Hal ini menunjukan bahwa potensi wisata syariah baik global maupun  domestic sangatlah besar.
Jika bank konvensional hanya menyentuh  pihak – pihak yang bermodal besar maka ekonomi syariah justru memberikan akses kepada  kelompok masyarakat kecil atau usaha mikro dalam mengakses jasa perbankan. Maka dengan  didirikannya  Baitul Maal wa Tamwil (BMT) atau koperasi syariah pada tahun 1995  untuk menggarap sector mikro agar pengembangan ekonomi suatu wilayah dapat berkembang secara bersinergi.  Kegiatan operasional  BMT berbeda dengan Bank konvensional. Dimana kegiatan operasional BMT berorientasi pada bisnis dan sosial sedangkan Bank hanya pada bisnis saja. Meskipun ada sosialnya tapi tidak tergolong pada kegiatan operasionalnya. Hingga tahun 2012, BMT  sudah beroperasi di beberapa daerah yang sudah berkembang hingga lebih dari 5.500 BMT.
Jadi, bisa dikatakan bahwa ekonomi syariah merupakan pasar yang menjajikan.  Pada tahun 2013 saja , Aset perbankan syariah sudah mencapai Rp 179 triliun atau tepatnya 4,4 persen dibandingkan total aset perbankan nasional. Diharapkan dengan berkembangnya ekonomi syariah dapat memajukan  perekonomian Indonesia dan mengatasi krisis ekonomi global yang dihadapi saat ini . Namun yang paling utama adalah  menyadarkan masyarakat khususnya warga muslim untuk sesegera mungkin menjauhi riba (bunga) dengan membuka rekening di bank syariah.



Sumber :

Annisa Lestari (29213699) 1EB08

Kamis, 20 Maret 2014

My Piano Cover

Hello, it's me again. After I tried to find the melody and the chord (by ear) , finally I found it. But this time, it took much longer than before . Maybe 5 days. I loved this song when I first heard it. I'm not a big fan of her (Hyolyn) , I just like her song. Actually I already uploaded this video on youtube 8 months ago. So, enjoy it^^



Next, it's my second cover. Because I'm the big fan of Apink. So, I tried so hard to find the melody with their new song Mr. Chu. I think this song was beautiful and lovely. I've been uploaded this video 4 months ago and It has been watched until 2.378 viewers .Waah !  Thank you all !! \^o^/
But still I hope there will be even more viewers than this hehehe So, I hope you enjoy it :)




Next, it's my newest Kpop cover, Look at me by Girl's Day.  I love this song when I first heard it. It's really catchy and nice song. Like before, played by ear. No music sheet. I just uploaded 8 hours ago so I hope there will be many viewers like before. So, I hope you enjoy it guys! I will bring you more Kpop cover next time :-)
Please give your comment, like, and subscribe! Thank you :D





Tugas PTKI 2A Video Tutorial "Perintah pada Ms. Excel"





Kelompok 2 :
1. Annisa Lestari                 (29213699)
2. Annisa Trisna Aulia         (21213163)
3. Laila Nurrahmawati         (24213912)
4. Rizki Septa Anugrah        (27213941)
5. M. Yudifahrozi               (26213183)
6. Yayah Mardiah               (29213412)

Kelas : 1EB08
















Selasa, 26 November 2013

Bab 13 Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis

1.    Benturan dengan kepentingan masyarakat.
Secara umum, dunia bisnis didirikan untuk memenuhi manusia akan barang dan jasa. Dalam pencapaian tujuan ekonomis perusahaan, hampir selalu terjadi interaksi antara perusahaan dan lingkungannya. Interaksi yang terjadi, pada akhirnya, akan memunculkan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pihak-pihak yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung atas kegiatan yang dilakukan perusahaan. Dalam hal ini, tanggung jawab sosial perusahaan berhubungan dengan perusahaan lain, konsumen, investor, masyarakt secara keseluruhan, lingkungan eksternal, ,maupun alam.
      Salah satu proses bisnis adalah produksi. Proses produksi seringkali memnyebabkan benturan kepentingan masyarakat dengan perusahaan. Benturan ini terjadi karena perusahaan seringkali menimbulkan polusi ( udara, air, limbah, suara, bahkan mental kejiwaan ). Dalam menunaikan tanggung jawab sosial, perusahaan dituntut untuk menghindari etika bisnis. Hal-hal pendorong dilaksanakannya etika bisnis dapat berupa dorongan dari pihak luar maupun dari dalam bisnis itu sendiri.
      Dorongan dari pihak luar dapat berupa dari lingkungan masyarakat seringkali menghadapi kendala sehingga harus mengeluarkan biaya tambahan yang cukup besar bagi perusahaan dan diperhintungkan biaya tambahan untung-rugi perusahaan. Sedangkan dorongan dari dalam bisnis itu sendiri, sisi pebisnis yang melibatkan rasa, karya yang ikut mendorong diciptakannya etika bisnis yang baik dan jujur.

2.    Dorongan tanggung jawab sosial.
Setiap perusahaan memiliki tanggung jawab sosial yang merupakan kesadaran perusahaan mengenai bagaimana keputusan bisnisnya dapat mempengaruhi masyarakat. Istilah tanggung jawab sosial terkadang digunakan untuk menjelaskan tanggung jawab perusahaan terhadap komunitas dan lingkungannya. Namun, istilah tersebut dapat diperluas untuk memasukkan tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggan, karyawan, pemegang saham, dan kreditornya. Klasifikasi masalah sosial yang mendorong pelaksanaan tanggung jawab sosial pada sebuah bisnis adalah sebagai berikut :
  ·   Penerapan manajemen orientasi kemanusiaan.
Kegiatan intern yang muncul bersifat kaku, keras, biroraktik, dan otoriter. Manfaat penerapan manajemen orientsi kemanusiaan akan menimbulkan hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang antara pelaku bisnis dan pihak luar secara rinci. Manfaatnya adalah :
-   Peningkatan moral kerja karyawan yang berakibat membaiknya produktivas dan semangat pekerja.
-   Adanya pertisipasi bawahan dan timbulnya rasa ikut memiliki sehingga terciptanya kondisi manajemen yang kondusif.
-   Peningkatan mutu produksi yang diadakan oleh terbentuknya rasa percaya diri karyawan.
-   Kepercayaan konsumen yang meningkatkan dan merupakan dasar bagi perkembangan selanjutnya dari perusahaan.
-  Penurunan absen karyawan yang disebabkan kenyamanan kerja sebagai hasil hubungan kerja yang menyenangkan dan baik.
  ·   Ekologi dan gerakan pelestarian lingkungan.
Keseimbangan anatara manusia dan alam lingkungannya banyak dipengaruhi oleh proses produksi. Contohnya penangkapan ikan menggunakan racun atau bahan peledak yang dapat merusak ekosistem laut, penebangan pohon secara besar-besaran tanpa penanaman kembali (reboisasi) untuk kepentingan industry kertas yang dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem hutan.
  ·   Penghematan energy.
Pengurasan secara besar-besaran terhadap energy yang berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui seperti minyak, gas, batu bara telah banyak terjadi. Kesadaran sumber daya tersebut tidak dapat diperbarui mendorong dilaksanakannya efesiensi penggunaan energy. Salah satunya menggunakan energy alternative contohnya penggunaan tenaga surya, air, serta laut.
  ·   Partisipasi pembangunan bangsa.
Kesadaran pebisnis terhadap susksesnya pembangunan sangat diperlukan. Karena dengan adanya kesadaran tersebut, akan membantu pemerintah menangani masalah pengangguran dengan cara ikut melibatkan penggunaan tenaga kerja yang ada, sebagai bentuk tanggung jawab social pada lingkungan sekitar perusahaan beroperasi.
  ·   Gerakan konsumenrisme.
Tujuan dari gerakan konsumenrisme :
-    Pelaksanaan strategi advertensi/periklanan yang realistic dan mendidik serta tidak menyesatkan masyarakat.
-    Pelayanan purna jual yang baik.
-    Berjalannya proses public relation yang lebih menitikberatkan pada kepuasan konsumen dari pada promosi semata.
-    Memperoleh perhatian dan tidakan nyata dari kalangan bisnis terhadap keluhan konsumen atas praktek bisnisnya.
3.    Etika Binis.
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat. Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.
  ·   Hubungan antara bisnis dengan konsumen.
Pergaulan antara konsumen dengan produsen dan paling banyak ditemui. Contohnya :
-          Kemasan yang berbeda-beda menyulitkan konsumen untuk membandingkan harga terhadap produk.
-          Promosi, terutama iklan merupakan gangguan etis yang utama.
-          Kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya, sehingga diperlukan penjelasan tentang isi serta kandungan didalam kemasan produk tersebut.
-          Pemberian servis dan garansi terhadap suatu produk.
·         Hubungan dengan karyawan.
Perusahaan memiliki tanggung jawab kepada karyawannya guna memastikan keselamatan mereka, perlakuan yang semestinya oleh karyawan lain, dan peluang setara. Peluang yang setara masudnya adalah karyawan yang melamar untuk suatu posisi di perusahaan sebaiknya tidak didiskriminasi karena asal negaranya, suku, gender, atau agama.
·         Hubungan antar bisnis.
Hubungan yang terjadi diantara perusahaan dalam pemberian informasi baik perusahaan kolega, pesaing, penyalur, grosir maupun distributornya.
·         Hubungan dengan investor.
Bentuk hubungan dengan investor contohnya dlam pemberian informasi yang benar terhadap investor maupun calon investor. Sehingga dapat menghindari hal yang keliru.
·         Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan.
Pada umumnya merupakan hubungan yang bersifat financial, berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan. Dalam hal ini yang paling sering berhubungan dengan perusahaan adalah Lembaga Perpajakan yang berkaitan dengan jumlah pajak yang harus dibayar melalui hasil analisa laporan keuangan perusahaan.

4.    Bentuk-bentuk tanggung jawab sosial suatu bisnis.
Semakin tinggi tingkat kepedulian sosial suatu bisnis maka semakin tinggi tingkat kepedulian sosial suatu bisnis maka semakin mengingkat pula pelaksanaan praktek bisnis etika dalam masyarakat. Berikut adalah bentuk-bentuk tanggung jawab sosial:
A. Pelaksanaan hubungan industrial pancasila (HIP)
Kesepakatan Kerja Bersama ( KKB ) merupakan bentuk pelaksanaan yang telah banyak dijalankan pengusahan dengan karyawannya dan dituangkan dalam buku. Dimana diatur kewajiban dan hak masing-masing pihak. Beberapa contoh hak karyawan adalah cuti, tunjangan hari raya,dan pakaian kerja.
B. Analisi dampak lingkungan (AMDAL)
AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/ atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/ atau kegiatan.
Dasar hukum AMDAL adalah PP No.27/ 1999 yang didukung oleh paket keputusan menteri lingkungan hidup tentang jenis usaha dan/ atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan AMDAL dan keputusan kepala BAPEDAL tentang pedoman penentuan dampak besar dan penting.
Tujuan dan sasaran AMDAL adalah untuk menjamin suatu usaha atau kegiatan pembangunan dapat berjalan secara berkesinambungan tanpa merusak lingkungan hidup. Dengan melalui studi AMDAL diharapkan usah dan / atau kegiatan pembangunan dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam secara efisien, meminimumkan dampak negatip dan memaksimalkan dampak positip terhadap lingkungan hidup.
Umumnya yang bertanggung jawab terhadap koordinasi proses pelaksanaan AMDAL adalah BAPEDAL (Badan Pengendalian Dampak Lingkungan).
C. Penerapan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja (K3)
Penekanan pada faktor keselamatan pekerja dengan mempergunakan alat-alat yang berfungsi menjaga keselamatan, seperti topi pengaman,masker pelindung maupun pakaian khusus lainnya. Hal ini dilakukan karena keselamatan pekerja juga merupakan tanggung jawab suatu perusahaan, dan yang harus diingat adalah pekerja merupakan asset perusahaan.
D. Perkebunan Inti Rakyat (PIR)
Sistem perkebunan yang melibatkan perkebunan besar milik negara dan perkebunan kecil milik masyarakat. Perkebunan besar sebagai inti dan motor penggerak perkebunan, dimana semua bahan bakunya diambil dari perkebunan kecil di sekitarnya yang berfungsi sebagai plasma.
E. Sistem “Bapak angkat dan anak angkat”
Sistem ini melibatkan pengusaha besar yang mengangkat pengusaha kecil/menengah sebagai mitra kerja. Sehingga antara mereka terbinalah hubungan kerja yang menuntut profesionalisme dan tanggung jawab sosial. Terkadang hal ini menyebabkan masalah kepada pengusaha besar, maka dari itu dibutuhkan kesadaran tinggi akan tanggng jawab dalam pelaksanaannya.

                                                            DAFTAR PUSTAKA

Madura, Jeff. 2007. Introduction to Business Edisi 4. Jakarta : Penerbit Salemba Empat
M. Fuad, Chrisine H, Nurlela, Sugiarto, Paulus YEF. 2000. Pengantar Bisnis. Jakarta : Penerbit Gramedia pustaka

Nama : Annisa Lestari
NPM : 29213699
Kelas : 1EB08